A Nice Story….

A Nice Story……

A boy was born to a couple after eleven years of marriage. They were a Loving couple and the boy was the gem of their eyes….
When the boy was around two years old, one morning the husband saw a medicine bottle open. He was late for office so he asked his wife to cap the bottle and keep it in the cupboard.
His wife, preoccupied in the kitchen totally forgot about the open medicine bottle. The boy saw the bottle and playfully went to the bottle fascinated by its colour and drank it all. It happened to be a poisonous medicine Meant for adults in small dosages.
When the child collapsed, mother hurried him to the hospital, where he died. The mother was stunned. She was terrified how to face her husband.
When the distraught father came to the hospital and saw the dead child, he looked at his wife and uttered just five words.

The husband just said “I am with you Darling.”

The husband’ s totally unexpected reaction is a proactive behaviour. The Child is dead. He can never be brought back to life. There is no point in finding fault with the mother.
Besides, if only he had taken time to keep the bottle away, this would not have happened. No one is to be blamed. She had also lost her only child. What she needed at that moment was consolation and sympathy from the husband. That is what he gave her.

If everyone can look at life with this kind of perspective, there would be much fewer problems in the world. “A journey of a thousand miles Begins with a single step.”
Take off all your envies, jealousies, unforgiveness, selfishness and fears. And you will find things are actually not as difficult as you think.

Moral of the Story: Sometimes we spend time in asking who is responsible or whom to blame, whether in a relationship, in a job or with the people we know.
By this way we miss out some warmth in human relationship.

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , | Leave a comment

Cara Memandang Manusia – Nasehat Syeckh AbdulQodir Al Jaelany

Cara Memandang Manusia – Nasehat Syekh Abdul Qodir Al Jaelany

Syekh Abdul Qodir Al Jaelany berkata
“Apabila engkau bertemu dengan seseorang, hendaklah engkau memandangnya lebih utama dari kamu, dan engkau mengatakan
‘ Mungkin dia lebih baik di sisi Allah daripada diriku, dan lebih tinggi derajatnya’.

Apabila dia lebih kecil, hendaklah engkau mengatakan,
‘Orang ini tidak berbuat dosa kepada Allah sedangkan aku telah berbuat dosa, maka tidak ragu lagi bahwa dia lebih baik daripada diriku’.

Dan Apabila keadaan orang yang engkau lihat itu lebih tua, hendaklah engkau mengatakan,
‘ Orang ini telah banyak beribadah kepada Allah sebelum aku’.

Apabila keadaan orang yang engkau pandang adalah seorang alim (kiai), hendaklah engkau mengatakan,
‘ Orang ini telah diberi sesuatu (anugrah) yang belum aku dapatkan dan ia telah mengetahui apa yang belum kuketahui serta telah mengamalkan ilmunya’.

Dan Apabila orang yang engkau jumpai itu orang bodoh, hendaklah engkau mengatakan,
‘ Orang ini durhaka kepada Allah karena kebodohannya, sementara aku berbuat dosa padahal aku berilmu. Aku tidak tahu dengan apa aku diakhiri atau dengan apa dia diakhiri kehidupannya (Husnul Khotimah atau Su’ul Khotimah)’.

Dan Apabila keadaan orang yang engkau jumpai adalah orang kafir, hendakalah engkau mengatakan,
‘Aku tidak tahu, mungkin aku menjadi kafir sehingga aku berakhir dengan amal yang jelek’.

Diambil dari Kitab Nashaihul Ibad

Artikel ini saya ambil dari http://arroudloh.wordpress.com

Posted in Uncategorized | Tagged , | 2 Comments

Kisah Rasulullah mendapatkan LAILATUL QADAR di Malamke 27

Diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW sedang duduk i’tikaf semalam suntuk pada hari-hari terakhir Bulan Suci
Ramadhan. Para sahabat pun tidak sedikit yang mengikuti
apa yang dilakukan Nabi SAW ini. Beliau berdiri shalat
mereka juga shalat, beliau menegadahkan tangannya untuk
berdo’a dan para sahabatpun juga serempak mengamininya. Saat itu langit mendung tidak berbintang. Angin pun meniup
tubuh-tubuh yang memenuhi masjid. Dalam riwayat tersebut
malam itu adalah malam ke-27 dari Bulan Ramadhan. Disaat Rasulullah SAW dan para sahabat sujud, tiba-tiba
hujan turun cukup deras. Masjid yang tidak beratap itu
menjadi tergenang air hujan. Salah seorang sahabat ada yang
ingin membatalkan shalatnya, ia bermaksud ingin berteduh
dan lari dari shaf, namun niat itu digagalkan karena dia
melihat Rasulullah SAW dan sahabat lainnya tetap sujud dengan khusuk tidak bergerak. Air hujan pun semakin
menggenangi masjid dan membasahi seluruh tubuh
Rasulullah SAW dan para sahabatnya yang berada di dalam
masjid tersebut, akan tetapi Rasulullah SAW dan para
sahabat tetap sujud dan tidak beranjak sedikitpun dari
tempatnya. Beliau basah kuyup dalam sujud. Namun sama sekali tidak
bergerak. seolah-olah beliau sedang asyik masuk kedalam
suatu alam yang melupakan segala-galanya. Beliau sedang
masuk kedalam suatu alam keindahan. Beliau sedang diliputi
oleh cahaya Ilahi. Beliau takut keindahan yang beliau
saksikan ini akan hilang jika beliau bergerak dari sujudnya. Beliau takut cahaya itu akan hilang jika beliau mengangkat
kapalanya. Beliau terpaku lama sekali di dalam sujudnya.
Beberapa sahabat ada yang tidak kuat menggigil kedinginan.
Ketika Rasulullah SAW mengangat kepala dan mengakhiri
shalatnya, hujan pun berhenti seketika. Anas bin Malik, sahabat Rasulullah SAW bangun dari tempat
duduknya dan berlari ingin mengambil pakaian kering untuk
Rasulullah SAW. Namun beliau pun mencegahnya dan
berkata “Wahai anas bin Malik, janganlah engkau mengambilkan sesuatu untukku, biarkanlah kita sama-sama
basah, nanti juga pakaian kita akan kering dengan sendirinya.
” Anas pun duduk kembali dan mendengarkan dengan seksama cerita Rasulullah SAW mengapa beliau begitu lama
bersujud. Masya Allah….ternyata ketika tadi Rasulullah SAW, dan disaat hujan mulai turun, disaat itu pula malaikat
dibawah pimpinan jibril turun dalam keindahan dan bentuk
aslinya. Mereka berbaris rapi dengan suara gemuruh tasbih
dan tahmid mereka bergema dilangit dan dibumi serta alam
semesta saat itu dipenuhi dengan cahaya ilahi. Inilah yang
membuat Rasulullah SAW terpaku menyaksikan keindahan dan cahaya yang sama sekali tidak pernah dilihat oleh mata.
Gema tasbih dan tahmid malaikat yang tak pernah didengar
oleh telinga dan suasana yang tidak pernah bisa dibayangkan
oleh pikiran manusia. Itulah lailatul qadar. Tahukah kalian, apakah Lailatul Qadar ? Lailatul qadar yang sesaat itu lebih baik dari pada seribu
bulan. Di malam itu, para malaikat dibawah pimpinan Jibril
turun atas izin Allah SWT, mereka menebarkan kedamaian,
keselamatan, kesejahteraan dan mengatur segala urusan,
mereka menyampaikan salam sampai terbitnya fajar
keseluruh semesta alam. Sekarang Kita sudah hampir mencapai puncak terakhir dari
Bulan Ramadhan, dan dipuncaknya kita mendapatkan
pembebasan dari api neraka. Pada malam-malam terakhir,
para malaikat turun dari langit untuk menaburkan kasih
sayang Allah SWT kepada para hambanya dan
menyampaikan salam kepada kaum beriman hingga terbitnya fajar, itulah yang dinamakan lailatul qadar, malam
yang lebih afdhal daripada seribu malam. Lailatul Qadar adalah malam kebesaran Allah SWT,
malam keagungan-Nya, malam pengampunan-Nya,
malam yang dimiliki-Nya untuk memberi maaf
kepada para pembuat dosa dan menebarkan kasih
sayang kepada para hamba-Nya. Dilangit ada
kerajaan sangat besar yang mengatur dan mencatat segala amal manusia dimuka bumi ini.
Ketika para malaikat melihat kitab catatan amal
manusia, mereka iri dengan amal yang hanya
khusus dilakukan penduduk bumi dimalam-malam
lailatul qadar. Malaikat pun tidak ada yang dapat
menirunya. Salah satu di antaranya adalah rintihan taubat para pembuat dosa yang kemudian diampuni
segala dosa-dosanya. Allah SWT berfirman dalam sebuah hadist qudsi: “Aku lebih suka mendengarkan rintihan para pembuat dosa ketimbang
gemuruh suara tasbih. Karena gemuruh suara tasbih hanya
menyentuh kebesaranKu, sedangkan rintihan para pembuat
dosa menyentuh kasih sayangKu.” YA ALLAH… Kami datang mengemis dihadapan pintuMu. YA ALLAH… Kami datang dengan deraian air mata, merengek dan memohon kasih sayang serta pengampunan-
Mu yang begitu luas. YA ALLAH… Jika pada bulan yang mulia ini, Engkau hanya menyayangi orang-orang yang mengikhlaskan shiam dan
qiyamnya, maka siapa lagi yang menyayangi kami yang
tenggelam dalam kubangan dosa dan kemaksiatan ini. YA ALLAH… Jika Engkau hanya mengasihi orang-orang yang menaatiMu, maka siapa yang akan mengasihi kami yang
berlumuran dengan dosa dan maksiat ini. YA ALLAH… Jika Engkau hanya menerima orang-orang yang tekun dalam beramal, maka siapa yang akan menerima
orang-orang yang malas seperti kami ini. YA ALLAH… Beruntunglah orang-orang yang berpuasa dengan sebenar-benarnya. Berbahagialah orang-orang yang
shalat malam dengan sebaik-baiknya. Selamatkanlah orang-
orang yang beragama dengan tulus. Sedangkan kami adalah
hamba-hambaMu yang hanya bisa berbuat dosa dan maksiat.
Sayangilah kami dengan kasihMu. Bebaskanlah kami dari api
neraka dengan ampunanMu. Ampunilah dosa-dosa kami dengan kasih sayangMu. Wahai Yang Paling Penyayang dari
semua yang Menyayangi, sayangilah kami. YA ALLAH… Tuangkanlah kesabaran atas diri kami, kokohkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap
gangguan orang-orang kafir, baik itu gangguan dzahir
maupun batih. YA ALLLAH… Janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa dan bersalah. YA ALLAH… Janganlah Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. YA ALLAH… Janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa- apa yang kami tak sanggup memikulnya. Maafkanlah kami,
ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkau sebenar-
benarnya penolong kami. YA ALLAH… Ampunilah dosa-dosa dan tindakan-tindakan yang berlebih-lebihan dalam urusan kami, dan tetapkanlah
pendirian-pendirian kami dalam barisan iman dan islam. YA ALLAH…Janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi orang kafir. Dan ampunilah kami Ya Allah,
sesungguhnya hanya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi
Maha Bijaksana. YA ALLAH…Janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan, padahal Engkau sudah memberi petunjuk
kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari
sisiMu, karena sesungguhnya Engkau Maha Pemberi Karunia. YA ALLAH…Kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat karena Engkau adalah sebaik-baiknya
Pemberi Rahmat. YA ALLAH…Sempurnakanlah cahaya bagi kami, karena sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. YA ALLAH…Terimalah amalan-amalan kami, sesungguhnya Engkaulah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. YA ALLAH…Sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari
dahsyatnya siksaan neraka. YA ALLAH… Berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksaan neraka yang sangat
pedih. YA ALLAH… Jauhkan azab jahanam dari kami, karena sesungguhnya azab itu adalah kebinasaan yang kekal. YA ALLAH…Sesungguhnya barangsiapa yang Engkau masukan ke dalam neraka, maka sungguh telah Engkau
hinakan ia, dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim
seorang penolongpun. YA ALLAH…Kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat
kepada kami, siapa lagi yang akan memaafkan dan
mengampuni kami Ya Allah. Jika tidak ada maaf dan
ampunanMu niscaya kami termasuk orang-orang yang
merugi. YA ALLAH…Anugrahkanlah kepada kami, istri-istri dan keturunan yang dapat menyenangkan dan menggembirakan
hati kami dan jadikanlah kami sebagai orang-orang yang
bertakwa. YA ALLAH…Kami telah beriman kepada apa yang telah Engkau turunkan. Kami telah mengikuti RasulMu
Muhammad, karena itu masukkanlah kami ke dalam
golongan orang-orang yang menjadi saksi. YA ALLAH…Kami sadar bahwa amal-amal kami didunia hanya sedikit dan kami selalu menyalahi apa-apa yang telah
Engkau tetapkan, akan tetapi janganlah Engkau hinakan
kami dari hari kiamat kelak, sesungguhnya Engkau tidak
menyalahi janji. YA ALLAH…Ampunilah kami serta kedua orang tua kami, saudara-saudara kami, anak dan isteri kami dan sekalian
orang-orang mukmin pada hari terjadinya hari dimana
Engkau menghisab semua amal-amal kami selama di dunia. YA ALLAH…Berikanlah rahmat kepada kami dari sisiMu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam segala
urusan kami. YA ALLAH…Jadikanlah kami dan keturunan kami sebagai orang-orang yang tetap mendirikan shalat. YA ALLAH…Dengarkanlah dan kabulkanlah semua do’aku. Shalawat dan salam selalu tercurahkan atas junjunganMu
Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga dan para
sahabatnya. Amin…. Diambil dari BUKU KADO DARI KOTA NABI
PENULIS : HASAN HUSEIN ASSEGAF
PENERBIT: PUSTAKA BASMA
CET:I: JANUARI 2010
Sumber Rabithah Alawiyyah
Sumber pondokhabib.wordpress.com

Posted in Uncategorized | Tagged , | Leave a comment

Hikmah Tahnik

Tahnik ini hukumnya sunnah.
Yaitu dilakukan di awal kelahiran
bayi sebelum mulut dan tenggorokan bayi kemasukan apapun.
Tahnik ini dilakukan dengan kurma atau madu.
Caranya adalah kurma dikunyah. Kemudian langit-langit mulut
bayi digosok dengan kunyahan kurma tersebut. Yaitu dengan
meletakkan kunyahan kurma di jari, lalu jari tersebut
dimasukkan ke mulut bayi dan digerakkan ke kanan dan kiri
dengan lembut hingga keseluruhan kurma ditelan oleh bayi.
Hikmah tahnik ini adalah menguatkan otot mulut dan
tenggorokan dengan gerakan lidah dan dua tulang rahang bawah
dengan jilatan. Sehingga anak siap untuk menghisap susu
dengan kuat.
Afdolnya tahnik ini dilakukan oleh orang yang soleh untuk
mengambil barokah. Dengan harapan si bayi juga menjadi orang
soleh.
Di dalam Sahihain dari Hadits Abu Burdah, dari Abu Musa r.a.
berkata,”Aku dikaruniai seorang anak. Lalu aku mendatangi Nabi SAW dan beliau memberinya nama Ibrohim. Lalu beliau
mentahniknya dengan kurma, mendoakannya dengan
keberkahan, dan menyerahkannya kembali kepadaku.”
Para sahabat terbiasa membawa anak-anaknya ke hadapan
Rasulullah untuk ditahnik. Dampaknya anak-anak tersebut
ketika dewasa menjadi para pemimpin umat, menjadi orang-
orang yang takut kepada Allah, dan menjadi orang yang soleh.
Bahkan mereka termasuk orang-orang yang mendakwahkan
agama Islam dan menyebarkan kalimat Lailaha Illallah.

Dikisahkan bahwa anak Abu Talhah sakit. Ketika itu Abu Talhah
sedang berada di luar rumah. Tak lama kemudian anak itu
meninggal. Ketika Abu Talhah pulang ke rumahnya, ia
menanyakan kabar anaknya kepada istrinya. Ummu Sulaim
menjawab,
“Dia tetap tenang seperti sebelumnya.”
Lalu Ummu Sulaim menghidangkan makan malam untuk
suaminya. Abu Talhah pun makan lalu mengumpuli istrinya.
Setelah itu barulah Ummu Sulaim mengabari kematian anaknya
dan berkata, “Kuburkanlah anakmu.” Keesokan harinya Abu Talhah menemui Nabi SAW dan
menceritakan kejadian ini.
Nabi SAW berkata, “Apakah tadi malam kau mendatangi istrimu?”
“Ya,” jawab Abu Talhah.
“Ya Allah berkahilah mereka berdua, “ kata Nabi SAW seraya berdoa.

Ummu Sulaim lalu hamil dan melahirkan seorang anak laki-laki.
Bayi tersebut langsung dibawa ke hadapan Nabi dengan
beberapa kurma.
Nabi pun mengunyah kurma tersebut dan
meletakkan di mulut bayi dan menggosokkannya.
Bayi itu pun
diberi nama Abdullah oleh Nabi SAW.
Abdullah ini lalu dikaruniai 9 anak yang semuanya menghapal
Alquran dan turut berjihad di jalan Allah. Ini adalah berkat doa
Nabi SAW. Sebagian sahabat yang ketika bayinya ditahnik oleh Rasulullah,
ketika dewasa mereka senantiasa bolak-balik ke rumah
Rasulullah. Kaki mereka melangkah ke rumah Nabi tanpa
mereka sadari. Ini menunjukkan ikatan batin mereka yang kuat
dengan Nabi SAW. Seakan-akan ada berkata kepada mereka,
“Pergilah ke rumah Nabi Muhammad.”
Ayah mereka berkata, “Pergilah ke rumah Nabi dan lihatlah wadah yang biasa dipakai Nabi berwudhu. Jika ada sisa air bekas
berwudhu, maka minumlah.” Sekelompok orang dari golongan Anshor mengutus anak-anak
mereka ke rumah Nabi tiap pagi untuk melihat wadah air yang
biasa dipakai Nabi untuk mencuci tangannya. Lalu mereka
pulang membawa sisa air itu untuk diminum keluarganya.
Al Imam Ahmad bin Hanbal bercerita tentang budak wanitanya
(jaariah) yang akan melahirkan anak sedangkan beliau sedang
tidur. Budak tersebut berteriak kesakitan seakan-akan mau
mati. Imam Ahmad langsung berdoa, “Semoga Allah memberimu kelapangan!” Doa itu dikabulkan oleh Allah. Seketika itu pula si budak
melahirkan seorang anak. Imam Ahmad pun mentahniknya
dengan kurma yang pernah memasuki Mekkah. Kisah ini menunjukkan pentingnya tahnik dan doa ketika
seorang wanita akan melahirkan.

(Dikutip dari dars Habib Umar – Kitab Tarbiyatul Aulad)

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , | Leave a comment

Andai Kita tahu ini Ramadhan terakhir…

Andai kita tahu ini Ramadhan terakhir… masih ada kesempatan untuk melaksanakan sholat di awal
waktu sholat yang dikerjakan.. .sungguh khusyuk lagi tawadhu’
tubuh dan qalbu…bersatu memperhamba diri menghadap
Rabbul Jalil… menangisi kecurangan janji “innasolati wanusuki
wamahyaya wamamati lillahirabbil ‘alamin” [sesungguhnya
solatku, ibadahku, hidupku, dan matiku...] andai kita tahu ini Ramadhan terakhir.. .. tidak akan kita sia siakan walau sesaat
yang berlalu setiap masa tak akan dibiarkan begitu saja di setiap
kesempatan juga masa yang terluang alunan Al-Quran
senantiasa kita bacakan dan perdengarkan kehadapan MU …ya
Rabb andai kita tahu ini Ramadhan terakhir.. setiap malam kita
sibukkan dengan bertarawih.. .berqiamullail. ..bertahajjud. .. mengadu…merintih. ..meminta belas kasih “sesungguhnya aku
berharap untuk ke syurga-MU dan….aku tak sanggup untuk ke
neraka-MU” andai kita tahu ini Ramadhan terakhir.. kita akan
selalu bersama dengan mereka yang tersayang kita isi
Ramadhan dengan hal yang bermanfaat kita buru…kita
cari..suatu malam idaman yang lebih baik dari seribu bulan andai kita tahu ini Ramadhan terakhir.. kita bakal menyediakan
batin dan zahir mempersiapkan diri…rohani dan jasmani
menanti-nanti jemputan Izrail di kiri dan kanan …lorong-lorong
ridha Ar-Rahman Duhai Illahi… andai ini Ramadhan terakhir buat
kami jadikanlah Ramadhan ini paling berarti…paling berseri…
menerangi kegelapan hati kami menyeru ke jalan menuju ridho serta kasih sayangMu …Ya Ilahi yang bakal mewarnai kehidupan
kami di sana nanti Namun teman…. tak akan ada manusia yang
bakal mengetahui apakah Ramadhan ini merupakan yang
terakhir kali bagi diri kita yang mampu bagi seorang hamba itu
hanyalah berusaha…bersiap-siap …bersedia …meminta belas-
NYA Marhaban ya Ramadhan, Bulan dimana nafas kita menjadi tasbih, tidur kita menjadi ibadah, amal kita diterima dan do’a
kita di ijabah, Sebelum cahaya surga padam, Sebelum hidup
berakhir, Sebelum pintu tobat tertutup, Sebelum Ramadhan
datang, dan untuk menambah khusyu-nya ibadah dibulan yang
suci – yang penuh dengan berkah serta ampunan ini, saya pribadi
ingin menghaturkan PERMOHONAN MAAF lahir dan bathin, Semoga kita semua senantiasa berada dalam Rahmat dan
Hidayah ALLAH SWT serta selalu sehat dalam melaksanakan
ibadah Ramadhan. Taqqobalahu Minna Waminkum, Taqoballahu
Ya Karim,

Posted in Uncategorized | Tagged , , | Leave a comment

Kalam Habib Umar bin Hafidz tentang Kiat Mendidik Anak

Para ulama berkata, “Ajarilah anak-anak kalian rasa cinta kepada Allah dan Rasulullah sebelum rasa cinta kepada dunia
memasuki hati mereka.” Sebagian ulama membuat permisalan dengan lembah yang
bernama lembah ‘Aqron dan lembah Sar. Jika hujan turun maka air mengalir dari puncak gunung. Lembah ‘Aqron mengalirkan air yang asin dan tidak enak. Sehingga tanah yang dialiri air
tersebut menjadi tandus dan tak bisa digunakan untuk bercocok
tanam. Namun jika air yang mengalir melewati lembah Sar terlebih
dahulu, maka tanah menjadi gembur dan baik untuk bercocok
tanam. Begitu pula anak-anak kita jangan sampai kedahuluan air dari
lembah ‘aqron… Maknanya jangan sampai kedahuluan di telinga mereka perkataan yang buruk, caci maki, dan celaan sebelum
perkataan yang baik. Karena hal ini amat mempengaruhi hati
dan akal mereka. Habib Umar bercerita bahwa ia menemui beberapa keluarga di
negara Muslim yang menjaga anaknya hingga tak pernah
mendengar perkataan yang buruk sama sekali sejak kecil hingga
baligh… Di rumah, di jalan, sekolah, Masjid, bahkan pasar…
Sampai-sampai anak-anaknya tak boleh keluar ke masjid
kecuali bersama orang yang benar-benar bisa menjaga mereka. Sebagian lagi melarang anak-anaknya untuk masuk ke pasar
sama sekali. Padahal di pasar terdapat banyak ahli dzikir dan
hapal Alquran. Mereka khawatir anak-anaknya kedahuluan
mendengar perkataan yang buruk atau melihat sesuatu yang
dapat merusak tujuan mereka beribadah kepada Allah. Bagaimana dengan keadaan kita…? Saat ini anak-anak kita
dididik di depan televisi hingga mempengaruhi cara hidupnya.
Hatinya asyik dengan suguhan acara televisi dan telinganya
senantiasa mendengar percakapan yang jauh dari syariat… Ayo,
kita didik anak-anak kita hingga tidaklah matanya kecuali
menatap wajah orang-orang soleh,telinganya mendengar Alquran, dst. Perkataan baik yang mereka dengar akan membawa hidayah ke
jalan yang Allah. Dan sebaliknya, perkataan yang buruk akan
membimbing mereka ke jalan yang dimurkai Allah. WALLAHU A’LAM Ya Allah berilah kami kekuatan dan taufik dalam mendidik
anak-anak kami…. Agar mereka senantiasa berada di jalan yang
Kau ridhoi… Amin….

Posted in Uncategorized | Tagged , , , | Leave a comment

Hb. Maliki: 10 Keutamaan Puasa

Sayyid Muhammad bin Alwi Al Maliki atau yang akrab dipanggil
Abuya ini adalah salah seorang ulama kenamaan dari Timur-
Tengah. Beliau menorehkan sepuluh keutamaan orang-orang
yang berpuasa pada umat ini. Pertama, Allah menyediakan satu pintu khusus di surga yang
dinamai Al Rayyan. Pintu surga Al Rayyan ini hanya disediakan
bagi umat yang berpuasa. Kata Nabi dalam satu haditsnya, pintu
Rayyan hanya diperuntukkan bagi orang-orang berpuasa, bukan
untuk lainnya. Bila pintu tersebut sudah dimasuki oleh seluruh
rombongan ahli puasa Ramadhan, maka tak ada lagi yang boleh masuk ke dalamnya. (HR. Ahmad dan Bukhari-Muslim) Kedua, Allah menjadikan puasa sebagai benteng yang kokoh dari
siksa api neraka sekaligus tirai penghalang dari godaan hawa
nafsu. Dalam hal ini Rasul bersabda, “Puasa (Ramadhan) merupakan perisai dan benteng yang kokoh dari siksa api
neraka.” (HR. Ahmad dan Al Baihaqi). Rasul menambahkan pula bahwa puasa yang berfungsi sebagai perisai itu seperti perisai di
medan perang selama tidak dinodai dengan dusta dan ghibah.
(HR. Ahmad, An Nasa`i, dan Ibnu Majah). Ketiga, Allah menjadikan bau mulut orang yg berpuasa itu lebih
harum dari minyak misik. Rasul bersabda, “Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih semerbak di sisi Allah dari bau
minyak misik.” Keempat, Allah memberikan dua kebahagiaan bagi orang yg
berpuasa yaitu bahagia saat berbuka dan pada saat bertemu
dengan Allah kelak. Orang yang berpuasa dalam santapan
bukanya meluapkan rasa syukurnya karena telah diberi kekuatan
oleh Allah untuk menyempurnakan puasa di hari tersebut
sekaligus berbahagia atas janji pahala yang besar dari-Nya. “Orang yang berpuasa mempunyai dua kebahagiaan. Yaitu berbahagia kala berbuka dan kala bertemu Allah,” kata Rasul dalam hadits riwayat imam Muslim. Kelima, puasa telah dijadikan oleh Allah untuk menempa
kesehatan dan kesembuhan dari beragam penyakit.
“Berpuasalah kalian, niscaya kalian akan sehat.” (HR. Ibnu Sunni dan Abu Nu`aim). Abuya menegaskan bahwa rahasia kesehatan di balik ibadah
puasa adalah bahwa puasa menempa tubuh kita untuk
melumatkan racun-racun yang mengendap dalam tubuh dan
mengosongkan materi-materi kotor lainnya dari dalam tubuh. Keenam, menjauhkan dari siksa api neraka. Mata orang yang
berpuasa tak akan melihat pawai arak-arakan neraka dalam
bentuk apapun juga. Rasul yang mulia berkata, “Barangsiapa berpuasa satu hari di jalan Allah, dijauhkan wajahnya dari api
neraka sebanyak (jarak) tujuh puluh musim.” (HR. Ahmad, Bukhari-Muslim, dan Nasa`i). Ketujuh, dalam Al Quran Allah berfirman, “Mereka itu adalah orang-orang yang bertaubat, yang beribadat, yang memuji, yang
melawat, yang ruku’, yang sujud, yang menyuruh berbuat ma’ruf dan mencegah berbuat munkar dan yang memelihara hukum-
hukum Allah. dan gembirakanlah orang-orang mukmin itu.” (Qs. At Taubah: 112). Sebagian ulama ahli tafsir menerangkan bahwa orang –orang yang melawat (As Saihuun) pada ayat tersebut adalah orang
yang berpuasa sebab mereka melakukan lawatan (kunjungan)
ke Allah. Makna lawatan, tegas Abuya, adalah puasa merupakan
penyebab mereka (orang yang berpuasa) bisa sampai kepada
Allah. Lawatan ke Allah ditandai dengan meninggalkan seluruh
kebiasaan yang selama ini dilakoni (makan, minum, mendatangi istri di siang hari) serta menahan diri dari rasa lapar dan dahaga. Abuyamengutip surat Az Zumar ayat 10: “Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka
tanpa batas.” Kata Al Maliki, orang-orang yang bersabarlah maksudnya adalah orang yang berpuasa sebab puasa adalah
nama lain dari sabar. Di saat berpuasalah, orang-orang yang
bersabar (dalam beribadah puasa) memperoleh ganjaran dan
pahala yang tak terhitung banyaknya dari Dzat Yang Maha
Pemberi, Allah swt. Kedelapan, Allah menjadikan segala aktifitas orang yang
berpuasa sebagai ibadah dan taat kepada-Nya. Bahkan diam dan
tidurnya terhitung ibadah. Dalam satu hadits riwayat Ibnu
Mundih dinyatakan, “Diamnya orang yang berpuasa adalah tasbih, tidurnya merupakan ibadah, dan doanya akan dikabulkan,
serta perbuatannya akan dilipatgandakan (pahalanya).” Kesembilan, orang yang memberi makan berbuka puasa
mendapat pahala sama persis dengan orang yang berpuasa itu
sendiri meski dengan sepotong roti atau seteguk air. Dalam satu
riwayat Nabi bertutur seseorang yang memberi makan orang
yang puasa dari hasil yang halal, akan dimintakan ampunan oleh
malaikat pada malam-malam Ramadhan…… meski hanya seteguk air. (Hr. Abu Ya`la). Kesepuluh, orang yang berbuka puasa secara berjamaah maka
para malaikat akan bershalawat (memintakan ampunan)
baginya. Sumber Habib Ali Akbar bin Aqil

Posted in Uncategorized | Tagged , , , | Leave a comment